Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Swing Trading Saham: Pengertian, Taktik, dan Cara Mengatasi Risikonya

Swing Trading Saham: Pengertian, Taktik, dan Cara Mengatasi Risikonya

Meta Deskripsi: Bagi Anda yang ingin terjun menjadi seorang investor saham, maka harus paham mengenai pengertian swing trading saham, taktik dan cara mengatasi resikonya.

Investasi saham memang terkesan rumit, ada banyak sekali istilah penting yang harus Anda pahami jika berminat menjadi investor saham. Salah satu istilah yang mungkin sering di dengar adalah swing trading saham. Sebuah strategi jual beli saham yang bisa menghasilkan banyak keuntungan. 

Nah, supaya Anda bisa lebih paham tentang swing trading maka sebaiknya simak mengenai pengertian, taktik dan cara mengatasinya pada pembahasan yang akan kami sampaikan pada artikel berikut ini.

Pengertian Swing Trading Saham

Swing trading saham adalah strategi jual beli saham yang dilakukan dalam dunia pasar saham dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan besar dalam jangka waktu yang sangat singkat (hari atau minggu). Pelaku yang biasa melakukan swing trading biasa disebut dengan swing trader.

Senjata utama yang biasa digunakan oleh swing trader dalam menentukan jual atau beli saham adalah analisis teknikal. Namun dalam hal ini tetap mempertimbangkan masalah analisis fundamental, tren, dan pola harga.




Taktik Swing Trader dalam Trading Saham

Taktik yang dilakukan oleh swing trader saham adalah mengambil posisi hold dalam jangka waktu yang tertentu, bisa harian, mingguan, dan juga bulanan. Tujuannya tidak lain adalah untuk melihat perkembangan saham sekaligus menentukan waktu yang paling pas untuk melakukan jual beli saham.

Seorang swing trader diharuskan mampu mengidentifikasi tren pasar saham dan statistik saham baik itu dari segi harga maupun volume yang diperdagangkan. Jika masih dalam jangka waktu yang pendek biasanya margin dari swing trading masih terlihat kecil sekitar 5% sampai 10% untuk setiap minggu.

Resiko Swing Trading dan Cara Mengatasinya

Swing trading memiliki resiko tinggi karena hanya dilakukan dalam jangka waktu yang terbilang sangat singkat. Resiko yang paling utama yaitu mendapatkan kerugian yang besar. Ketepatan dan kekuatan analisis menjadi hal penting yang benar-benar dibutuhkan dalam melakukan taktik swing trading.

Selain itu, peran swing trader sangat dibutuhkan dalam menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual, membeli saham, dan menentukan jumlah yang harus dipasarkan atau dibeli. Dalam hal ini juga harus paham mengenai breakout saham.

Memang cukup sulit untuk menentukan jumlah saham yang harus dipasarkan atau dibeli, karena jika salah akan menjadi bumerang bagi pemilik saham. Namun hal ini sekarang bukan menjadi masalah yang besar, karena masih ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi resikonya, yaitu:




  1. Average Down

Average down adalah strategi investasi yang memungkinan Anda untuk membeli saham secara bertahap ketika harganya turun drastis. Ini berarti sama dengan mengeluarkan banyak uang untuk membeli saham yang harganya jauh lebih murah dibandingkan harga awal.

Jika ingin strategi yang satu ini bisa berhasil maka Anda harus bisa memilih perusahaan yang tepat. Anda bisa membeli saham perusahaan yang mempunyai sisi fundamental baik, stabil dan peluang berkembangnya sangat besar.

  1. Stop Loss

Jika saat melakukan swing trading Anda justru mengalami kerugian maka segera stop loss saat itu juga. Batasi masalah kerugian yang Anda alami dengan cara menerapkan nilai batasan dari harga terendah. 

Stop loss buy berguna untuk membatasi terjadinya kerugian saat melakukan transaksi jual. Sementara stop loss sell digunakan untuk memberi batasan kerugian dalam transaksi beli. 

---------

Pembahasan swing trading saham sudah dijelaskan secara rinci, mulai dari pengertian, taktik, resiko dan cara mengatasi resikonya dengan mudah. Semoga informasi yang kami sampaikan kali ini bermanfaat terutama bagi Anda yang ingin terjun menjadi investor saham.



Post a Comment for " Swing Trading Saham: Pengertian, Taktik, dan Cara Mengatasi Risikonya"